Jenis – Jenis Data

Sebelum kita mengetahui jenis jenis data, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana syarat – syarat data yang baik. Syarat – syarat data yang baik adalah

  • Data harus objektif, sesuai dengan keadaan sebenarnya (as it as). Misalnya, produksi yang turun dilaporkan naik, ini tidak obyektif; harga satuan barang Rp 500,- dilaporkan Rp 750,- walaupun ada kuitansi, tetap tidak objektif karena tidak dilaporkan sesuai dengan harga yang sebenarnya.
  • Data harus bisa mewakili (representatif).  Data harus benar – benar mewakili objek yang diamat. Misalnya, jika laporan produksi padi dari suatu daerah hanya didasarkan atas hasil sawah – sawah subur saja, ini jelas tidak mewakili; laporan konsumsi susu han dari golongan orang kaya tanpa memasukan golongan yang menengah kebawah jelas datanya tidak mewakili atau menggambarkan keadaan dari populasi atau konsumsi susu secara keseluruhan oleh masyarakat.
  • kesalahan baku ( standard error) atau kesalahan sampling (sampling error) harus kecil. Suatu perkiraan (estimate) dikatakan baik (memiliki tingkat ketelitian yang tinggi jika kesalahan bakunya atau kesalahan samplingnya kecil.

Ketiga syarat tersebut diatas sering disebut syarat data yang dapat diandalkan (reliable). Sedangkan kedua syarat berikut lebih menunjukan manfaat atau kegunaanya, yaitu:

  • Harus tepat waktu (up to date). Apabila data akan dipergunakaan untuk melakukan pengendalian atau evaluasi, maka syarat tepat waktu ini penting sekali agar sempat dilakukan penyesuaian atau koreksi seperlunya kalau ada kesalahan atau penyimpangan yangg terjadi di dalam implementasi suatu perncanaan.
  • Harus Relevan, yaitu data yang dikumpulkan harus sesuai dengan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya kita ingin memandingkan rata – rata tinggi badan antara siswa di sekolah A dan B, maka sudah jelas data yang kita kumpulkan adalah data mengenai tinggi badan dari siswa dari dua sekeloh tersebut.

Sekarang baru masuk ke jenis – jenis data. Jenis – jenis data dikelompokan kedalam beberapa kelompok, yaitu:

1. Menurut Skala Pengukurannya

Nominal, sifatnya hanya untuk membedakan antar kelompok, bisa untuk sebagai lambang atau simbol. Disebut juga data katagorik/nonmetrik/kualitatif.

Contoh:

  • Jenis kelamin ( laki – laki . perempuan)
  • Jurusan dalam suatu sekolah tinggi ( manajemen, akutansi)
  • Agama ( Islam, Kristen, Hindu)
  • Jenis transportasi yang dugunakan untuk bekerja ( mobil, busway, sepeda, jalan kaki)
  • Pilihan tempat tinggal ( apartemen, rumah, yang lainnya)

Ordinal, selain memiliki sifat nominal, juga menunjukan peringkat atau urutan.

Contoh:

  • Tingkat pendidikan ( SD, SMP, SMA)
  • Skala Perusahaan ( besar, sedang, kecil)
  • Kelas sosial ( atas, menengah, bawah)
  • Kondisi pasien ( baik, cukup, serius, kritis)
  • Ukuran automobile ( subcompact, compact, midsize, large)

Interval, memiliki sifat skala ordinal,   memiliki titik nol yang tidak tetap.

Contoh:

  • Temperatur ( Farenheit, celcius), IQ, aptitude, Prestasi.

Rasio, selain memiliki sifat data interval, skala rasio memiliki angka 0 (nol) yang mutlak dan perbandingan antara dua nilai mempunyai arti.

Contoh:

  • Tinggi badan, Berat badan, Waktu

Sifat – sifat dari jenis – jenis data menurut skalanya dapat dilihat pada tabel di bawah ini

2

2. Menurut Sifatnya

Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, misal berupa sifar, kualitas, atau kondisi. Skala pengukurannya adalah Nominal atau Ordinal

Misalnya prestasi siswa sangat meningkat, biaya sekolah sangat mahal, dan lain sebagainya.

Data Kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka. Skala pengukurannya adalah Interval atau Rasio

Misalnya rata – rata nilai matematika siswa 80, biaya SPP perbulan Rp 100.000,-, 99% siswa dinyatakan lulus ujian nasional, dan lain sebagainya.

3. Menurut Waktu Pengumpulannya 

Data Cross Section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time ) yang bisa menggambarkan keadaan/keadaan pada waktu tersebut.

Misalnya hasil sensus penduduk tahun 2010 menggambarkan keadaan Indonesia pada tahun 2010 menurut jenis kelamin, umur, agama, tingkat pendidikan dan lain sebagainya.

Data Berkala (Time Series), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran tentang perkembangan suatu kegiatan.

Misalnya, banyaknya pendaftar pada suatu sekolah tertentu selama 10 tahun terkahir; perkembangan produksi padi selama lima tahun terakahir.

Referensi:

Azen, Razia dan M. Walker, Cindy.2011. Categorical Date Analysis for the Behavioral and Social Science.New York: Routledge Taylor & Francis Group.

Supranto, J.2008.STATISTIK: TEORI DAN APLIKASI Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga.

Tagged with: ,
Posted in Analisis Data Kategori
3 comments on “Jenis – Jenis Data
  1. […] diikuti pada periode waktu tertentu. Data panel bisa juga diartikan sebagai gabungan antara data cross section dan time series. Data panel memeliki beberapa keuntungan, […]

  2. […] diikuti pada periode waktu tertentu. Data panel bisa juga diartikan sebagai gabungan antara data cross section dan time series. Data panel memeliki beberapa keuntungan, […]

  3. […] salah satu uji nonparametrik yang digunakan untuk menganalisis dua sampel independen yang berskala nominal atau ordinal jika kedua sampel indpendennya berjumlah kecil (biasanya kurang dari 20). Data diklasifikasikan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
%d bloggers like this: