Koefisien Korelasi Pearson dengan SPSS

Koefisien korelasi pearson digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang linier antara dua variebel yang berskala interval atau rasio. Hipotesis awal yang diajukan adalah tidak terdapat bungan antara dua variabel tersbut. Hipotesis awal ditolak jika nilai signifikansi obeservasi yang diperoleh kurang dari taraf signifikansi yang dipakai.

Berikut  kasus dengan penyelesaian menggunakan salah satu program pengolahan data, yaitu SPSS

Di bawah ini disajikan data tentang harga rata-rata dollar Amerika dan emas 24 karat di pasaran Jakarta tiap akhir tahun selama 1970 s/d 1978.

Tahun

Harga dollar US dalam rupiah

Harga emas 24 karat dalam rupiah

1970

382

485

1971

420

622

1972

420

876

1973

420

1483

1974

422

2303

1975

420

1900

1976

421

1850

1977

420

2150

1978

632

4300

Sumber: Indikator Ekonomi, November 1979

Tentukan apakah terdapat Korelasi antara harga dollar US dan harga emas 24 karat?

Langkah – langkah dengan SPSS sebagai berikut

  • Definisikan X sebagai harga dollar US dalam rupiah dan Y sebagai harga emas 24 karat. Ingat skala datanya adalah rasio atau dalam SPSS bisa dipilih Scale yang ada pada measure di Variable View. Masukan data kedalam SPSS

1

2

 

  • Kemudian pilih Anlyze, Correlate, lalu klik Bivariate 
  • Setelah itu akan muncul kotak dialog Bivariate Correlations

3

4

 

  • Masukan variabel – variabel yang akan diuji korelasi pearsonnya, dalam kasus ini adalah variabel harga dollar US dalam rupiah (X) dan harga emas 24 karat dalam rupiah (Y)
  • Pilih Pearson dan two-tailed
  • Pada option button, check list means and standard deviations

5

6

 

  • Selanjutnya klik continue dan klik Ok.

Maka akan muncul output seperti dibawah ini

8

Output tabel Correlations dapat dinterpretasikan sebagai berikut:

  1. Besarnya nilai koefisien korelasi linier antara harga dollar US dengan harga emas 24 karat adalah 0,864. Hal ini menunjukan terdapatnya hubungan linier yang kuat dan postif antara kedua variabel tersebut. Hubungan linier yang positif berarti naiknya harga dollar US bersamaan dengan naiknya harga emas 24 karat dan begitu juga sebaliknya.
  2. Nilai signifikansi (2 tailed) yang diperoleh adalah sebesar 0,003. Dengan demikian terdapat hubungan linier yang signfikan pada taraf  signifikansi 1 % antara harga dollar US dengan harga emas 24 karat karena nilai signifikansi observasi kurang dari taraf signifikansi 1 % .
  3. N menunujukan besarnya sampel atau obeservasi yang digunakan. Tapi dalam interpretasinya jangan lupa mencantumkan derajat bebasnya, yaitu N-2. Contoh ini menggunkan derajat bebas 9-2=7.

Untuk tabel Descriptive statistics menginformasikan rata – rata dan standar deviasi dari harga dollar US dan harga emas 24 karat. Dari tabel tersebut diperoleh rata – rata dan standar deviasi dari harga dollar US masing – masing sebesar 439,6667 dan 73,23933, sedangkan untuk harga emas 24 karat didapatkan adalah 1774,333 dan 1156,67919.

Daftar Pustaka

Dajan, Anton. 1986.Pengantar Metode Statistik Jilid I. Jakarta : LP3ES

Tagged with: , ,
Posted in Analisis Data Kategori, Metode Statistik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
%d bloggers like this: