Tabel Parsial dan Tabel Marginal

Selama ini mungkin sering kita melihat mengenai bagaimana hubungan antara 2 variabel, tetapi tidak jarang juga dalam penelitian menemukan hubungan antara 3 variabel seperti apakah ada hubungan antara usia, jenis kelamin, dengan tingkat prestasi yang diraih. Dalam bentuk tabel, kita bisa melihat hubungan yang ada seperti

1

Tentunya jika kita menganalisis ketiga variabel secara langsung akan menjadi rumit. Oleh karena, untuk memudahkan dan lebih bermakan analisis dapat dilakukan melalui tabel yang lebih sederhana,  yaitu:

  1. Tabel Parsial ( Partial Table)
  2. Tabel Marginal (Marginal Table)

Tabel Parsial (partial table) adalah tabel yang lebih sederhana yang diperoleh dengan hanya melihat pada salah satu kategori variabel lain. Contoh:  Pada tabel tiga arah antara jenis kelamin, afiliasi politik, dan kelompok usia , jika dibuat/dipisahkan tabel sederhana antara afiliasi politik dan kelompok usia, untuk jenis kelamin tertentu misalkan laki-laki (male), maka tabel ini merupakan tabel parsial. Pengujian hipotesis tentang ada/tidaknya hubungan antar variabel kategorik dapat dilakukan pada tabel parsial seperti dengan uji chi-square. Ukuran asosiasi pada tabel parsial disebut dengan conditional association. Ukuran asosiasi disini bisa seperti odds ratio, relative risk atau koefisien gamma.

Berikut disajikan ilustrasi

2

 

3

Tabel Marginal (marginal table) adalah tabel yang lebih sederhana yang diperoleh tanpa melihat kategori variabel lain (kategori variabel lain digabungkan). Contoh:  Pada tabel tiga arah antara jenis kelamin, afiliasi politik, dan kelompok usia , jika dibuat tabel sederhana antara afiliasi politik dan kelompok usia, dimana frekuensi  untuk jenis kelamin laki-laki (male) dan perempuan (female)  digabungkan, maka tabel ini merupakan tabel marginal. Pengujian hipotesis tentang ada/tidaknya hubungan antar variabel kategorik dapat dilakukan pada tabel marginal seperti dengan uji chi-square. Ukuran asosiasi pada tabel parsial disebut dengan marginal association. Ukuran asosiasi disini bisa seperti odds ratio, relative risk atau koefisien gamma.

Berikut disajikan ilustrasi

4

Ukuran asosiasi (odds ratio), baik conditional maupun  marginal, dapat dihitung dari tabel 2×2 yg dapat dibentuk. Hubungan yang terjadi bisa antara lain:

  1. Marginal independence, tidak ada asosiasi/hubungan antar  variabel pada marginal table (nilai odd ratio untuk setiap 2×2 tabel  pada marginal table bernilai 1)
  2. Marginal dependence, ada asosiasi/hubungan antar variabel pada  marginal table (nilai odd ratio untuk setiap 2×2 tabel pada marginal  table ≠1)
  3. Conditional independence, tidak ada asosiasi/hubungan antar  variabel pada partial table
  4. Conditional dependence, ada asosiasi/hubungan antar variabel pada partial table

Referensi

Walker, R. A. (2011). Caterogical Data Analysis for Behavorial Social Science. New York: Routledge Taylor and Francis Group.

Tagged with: , , , ,
Posted in Analisis Data Kategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
%d bloggers like this: