Simpson’s Paradox

Pada saat  menganalisis tabel 3 arah munkin akan ditemukan sesuatu kejanggalan dimana terdapat arah yang berbeda dari odds ratio yang didapat pada tabel parsial dengan tabel marginal. Hal ini dinamakan Simpsom’s  Paradox dimana peluang terjadinya suatu kejadian lebih besar sebelum dimasukannya variabel Z, tetapi setalah masuknya variabel  Z peluang kejadian tersebut akan menjadi lebih kecil. Mungkin penjelasan mengenai simpson’s paradox akan lebih jelas bila diberikan contoh sebagai berikut

Berikut disajikan data mengenai putusah hukuman mati berdasarkan denga ras terdakwa dan ras korban

Simpson'paradox

 

Dapat dilihat bahwa pada odds ratio untuk masing – masing tabel parsial menunjukan ras terdakwanya putih memiliki kecenderungan yang lebih kecil untuk mendapat hukumkan mati dibandingak dengan ras terdakwanya hitam. Dilain pihak, odds ratio dari tabel marginalnya menunjukan bahwa ras terdakwa putih memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mendapatkan hukuman mati dibandingkan rast terdakwa hitam. Hal ini lah yang disebut dengan simpson’s paradox

Penjelasan mengenai Simspson’s Paradox bisa juga dilihat pada tulisan yang saya copy dari blog dosen saya yang penjelasan sederhana dan mudah dimengerti, seperti dibawah ini (artikel aslinya bisa dilihat disini)

“Simpson’s Paradox, pertama kali diketahui oleh Karl Pearson pada tahun 1899, menyangkut pengamatan mengganggu yaitu adanya hubunganstatistik antara dua variabel yang hasilnya TERBALIK dengan memasukkanfaktor/variabel tambahan dalam analisis. Sebagai contoh, Anda mungkinmelakukan studi dan menemukan bahwa siswa yang merokokmendapatkan nilai yang lebih tinggi, namun, jika Anda menyertakan variabelUMUR, hasilnya menjadi sebaliknya, yaitu dalam setiap KELOMPOKUMUR, merokok memprediksi nilai yang lebih rendah. Jika Andamenambahkan lagi variabel kelompok PENGHASILAN, Anda mungkin menemukan bahwa merokok memprediksi nilai yang lebih tinggi lagi, di setiap kelompok UMUR-PENGHASILAN, dan sebagainya.

Suatu contoh kasus klasik yang menunjukkan Simpson’s Paradox terjadipada tahun 1975, ketika UC Berkeley meneliti bias jenis kelamin pada saat pendaftaran pascasarjana. Dalam penelitian ini, data keseluruhanmenunjukkan pelamar laki-laki lebih berpeluang untuk diterima, namunsetelah dilihat menurut departemen, data menunjukkan sedikit bias dimanaternyata pelamar perempuan cenderung melamar pada departemen lebih kompetitif/ketat dibandingkan laki-laki.”

Referensi

Agresti, A. (2002). Categorical Data Analysis Secound Edition. New Jersey: John Wiley & Sons.

Walker, R. A. (2011). Caterogical Data Analysis for Behavorial Social Science. New York: Routledge Taylor and Francis Group.

http://solusi-statistika.blogspot.com/2013/02/simpsons-paradox.html

Tagged with: , ,
Posted in Analisis Data Kategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
%d bloggers like this: